Kamis, 05 Juli 2012

Yohanes Pembaptis dibunuh (Matius 14:1-12)

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Menegur dosa sangat beresiko bahkan bisa berakhir dengan kematian seperti Yohanes. Yohanes dan Herodes sudah sama-sama mati bedanya ialah Yohanes masuk sorga.

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Melakukan kebenaran walaupun nyawa menjadi taruhannya.

Janji Tuhan:
Tuhan menyediakan upah bagi orang yang setia.

Komitmen:
Meminta kepada Tuhan kekuatan untuk melakukan kebenaran dengan konsisten.

Ibu Tuti Ketaren

Aplikasi:
Kebenaran yang disampaikan Yohanes berujung kematian yang mengerikan itu juga yang akhirnya terjadi kepada Kristus.

Janji Tuhan:
Berbahagialah orang yang dianiaya oleh karena kebenaran sebab merekalah yang empunya kerajaan sorga.

Komitmen;
Tetaplah bicara kebenaran walau itu resiko tinggi, karena Yohanes dan Yesus sudah melakukannya.

Sdri. Wina Piri

Aplikasi:
Untuk menyampaikan sebuah kebenaran tidaklah mudah. Begitu juga yang dikatakan Yohanes. Tetap teguh pada iman dan jalan sesuai ajaran.

Janji Tuhan:
Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah.

Komitmen:
Berdiri disamping Tuhan.


Rabu, 04 Juli 2012

Yesus ditolak di Nazaret (Matius 13:53-58)

Bpk. Bunawi

Aplikasi:
Meskipun Yesus membuat banyak mujizat, penduduk Nazaret kecewa dan menolak Yesus karena latar belakang Yesus. Mereka gagal mengenal Yesus. Bagaimana dengan saya? Sudahkah saya mengenal Yesus sepenuhnya?

Komitmen:
Saya mau mengenal Yesus melalui Bible Meditatin (BM) dan doa, agar bertambah hormat, tunduk dan setia pada segala perntahNya. Menjadikan Yesus Penasehat tetap perjalanan hidup saya dan segalanya bagi saya.

Ibu Tuti Ketaren

Aplikasi:
Mereka bisa melihat dan merasakan hikmat Yesus tapi mereka tetap tidak percaya kepada Yesus oleh karena mereka mencoba menilai Yesus dengan keterbatasan mereka.

Janji Tuhan:
Yesus sumber mujizat.

komitmen:
Saya akan percaya kepada Yesus, tidak ragu, saya ingin firmanNya yang penuh hikmat menguasai saya, sehingga saya akan melihat banyak mujizat terjadi dalam hidup saya.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Saya tidak akan kecewa kalau orang menghakimi saya atas dasar latar belakang keluarga dan pekerjaan. Dan saya juga tidak akan prejudis dengan orang. Siapapun dia kalau dia datang dalam nama dan kuasa Allah saya akan sambut.

Komitmen:
Menginjil terus di kampungku dan tidak takut resiko ditolak sebab Yesus sudah satu kali mengalaminya.

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Cara pandang saya yang sempit terhadap Yesus akan membawa saya pada kekecewaan dan penolakan terhadap Dia. Akibatnya saya kurang percaya padaNya.

Janji Tuhan:
Jika saya percaya, mujizat pasti ada.

Komitmen:
Melalui belajar alkitab dengan konsisten, saya dapat mengenal Yesus dengan tepat dan sempurna.

Perumpamaan tentang harta terpendam dan mutiara yang berharga & Perumpamaan tentang pukat(Matius 13:44-52)

Ibu Tuti Ketaren

Aplikasi:
Sorga sangat berharga bahkan dari benda paling berharga didunia.

Janji Tuhan:
Ia menyediakan kerajaan sorga bagi saya yang percaya kepadaNya.

Komitmen:
Seperti pedagang yang sudah menemukan mutiara yang indah, saya juga harus meninggalkan segala yang fana di dunia ini untuk mendapatkan hidup kekal di sorga. Semoga Tuhan memberi kekuatan.

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Untuk sampai ke sorga, saya harus membuang kehidupan lama dan menggantinya dengan kehidupan baru.

Janji Tuhan:
Yesus setia menuntun saya untuk menjalankan kehidupan baru yang sesuai dengan firmanNya.

Komitmen:
Mengundang Yesus untuk tinggal dalam hidup saya agar saya mempunyai hidup baru dan meninggalkan kehidupan lama.

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Ikan seperti apa saya ini? yang baik untuk dikumpulkan atau yang tidak baik yang akan dibuang. Sekalipun saya menjual semua harta untuk kerajaan sorga, tidak ada artinya jika tidak benar-benar sesuai dengan firman Tuhan.

Janji Tuhan:
Kerajaan sorga.

Komitmen:
Hari ini saya mau evaluasi apa-apa saja yang masih menjadi kekurangan saya yang harus saya rubah.

Bpk. Batara Hariandja

Aplikasi:
Dulu saya berpikir bahwa saya adalah pedagang, Yesus adalah mutiara yang sangat berharga, saya menjual semuanya ketika menemukan Yesus dan saya sebut itu inti dari injil? *Salah*

Janji Tuhan:
Yesus telah menjual milikNya dan membeli saya.

Komitmen:
Saya mau luruskan kepada orang-orang bahwa injil tidak pernah mengenal apa yang saya sudah lakukan untuk Tuhan, tetapi apa yang Tuhan sudah lakukan untuk saya.

Ibu Irish Pasaribu

Aplikasi:
Mutiara yang sudah saya dapatkan jangan sampai berpindah ke tangan orang. Saya akan jaga sebaik mungkin dan memeliharanya. Kerajaan sorga melebihi mutiara itu. Alangkah bodohnya saya ini dan sia-sia semua yang saya ketahui selama ini jika pada akhirnya saya sendiri ditolak.

Komitmen:
Saya mau pegang firman itu dan menghidupkannya.

Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi:
Pagi ini Yesus membawakan kenyataan-kenyataan kekekalan, hidup kekal dan lingkungan ideal di sorga, dalam kehidupan fana sekitar 70-80 tahun supaya saya bijak membuat pilihan hidup yang paling penting.

Komitmen;
Tuhan tolong saya untuk memilih kerajaan sorga, apapun yang terjadi dan berapapun harganya, saya juga ingin membagikan ini kepada orang lain yang belum tahu kerajaan sorga.

Sdri. Moira Hasibuan

Aplikasi:
Tergolong orang benar atau orang jahatkah saya Tuhan? Ubahkan saya dan jangan singkirkan saya Tuhan.

Komitmen:
Hari ini saya mau menjadi orang yang Engkau ubahkan untuk menjadi orang yang benar.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Untuk mendapatkan yang terbaik (Sorga), maka saya harus menjual (Melepaskan) yang kurang penting (Kesenangan dunia).

Janji Tuhan:
Akan tiba saatnya pemisahan atau penghakiman bagi umat Tuhan seperti nelayan memisahkan ikan.

Komitmen:
Membuat Yesus yang pertama dalam hidupku.

Senin, 02 Juli 2012

Perumpamaan tentang biji sesawi dan ragi (Matius 13:31-35)

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Biji sesawi dan ragi jika digunakan dapat memberi dampak kepada yang lain. Apakah kehidupan saya memberi pengaruh yang baik bagi orang lain?

Janji Tuhan:
Yesus mau mengajar saya dengan sabar.

Komitmen::
Melalui belajar alkitab dan doa yang tekun serta mengaplikasikannya maka iman saya akan bertumbuh dan memberi pengaruh yang baik kepada orang lain disekitar saya.

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Saya adalah ragi yang ditangan Yesus yang akan diadon dengan bahan-bahan lain dan membuat kue menjadi besar dan enak. ragi tidak terlihat, tidak ada bau dan rasa namun sangat berpengaruh pada adonan.

Komitmen:
Saya ahrus memberi pengaruh yang baik pada orang-orang sekeliling saya dengan rendah hati (Low Profile). Walau tak terlihat namun mempunyai pengaruh yang sangat baik.

Ibu Irish Pasaribu

Aplikasi:
Saya yang tidak berarti atau berguna ini dengan belajar firmanNya setiap hari akan menjadi ragi dalam adonan, menjadi sesuatu yang berarti dan berkenan dihadapanNya.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Mestinya iman saya seperti biji sesawi yang ditaburkan di ladang. Awalnya sangat kecil tapi karena tetap bertumbuh maka menjadi sayuran yang sangat besar dan berguna bagi banyak makhluk.

Komitmen:
Melakukan berbagai usaha untuk menumbuhkan umanku. Semoga saya bisa berguna bagi banyak orang. Amin.

Ibu Tuti Ketaren

Aplikasi:
Kelihatannya biji sesawi tidak punya arti karena bentuknya kecil. Seperti biji sesawi saya merasa rendah diri dan tidak berguna.

Janji Tuhan:
Allah akan membuat saya besar bahkan menjadi tempat berlindung bagi burung-burung yang lebih besar dari biji sesawi.

Komitmen:
Saya harus menyerahkan diri saya kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Saya mau digunakan untuk membantu pekerjaanNya.


Perumpamaan tentang lalang di antara gandum (Matius 13:24-30)

Ibu Irish Pasaribu

Aplikasi:
Benih gandum tumbuh bersama ilalang itu. Lalu dipisahkan dari ilalang itu dan dibakar.

Janji Tuhan:
Yang bertahan sampai kesudahan akan diberi hidup kekal.

Komitmen:
Saya mau bertahan sampai Tuhan datang.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Lalang dan gandum kelihatan sangat mirip ketika keduanya belum berbuah. Orang baik dan orang munafik sangat mirip ketika motifnya belum diketahui.

Janji Tuhan:
Akan ada hari pemisahan (Penghakiman) nanti.

Komitmen:
Saya akan menjaga ladang hatiku supaya sijahat tidak menaburkan lalang kepalsuan dalam hidupku. Amin

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Saya gandum yang harus tetap bertumbuh dan menghasilkan bulir-bulir gandun yang sehat walaupun ada himpitan lalang di dalam tempat saya bertumbuh. Lingkungan yang tidak baik bukan jadi alasan keimanan saya tidak bertumbuh.

Komitmen:
Saya tidak boleh terpengaruh dengan lingkungan saya yang jahat. Saya tetap harus menghasilkan buah yang baik.

Perumpamaan tentang seorang penabur (Bag. II) ( Matius 13:16-23)

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Harapan saya ada di golongan tanah yang baik tetapi saya ada di 3 golongan tanah lainnya karena kurang konsisten belajar firman Tuhan, kurang mengaplikasikan firman dan tidak fokus dengan misi hidup saya sebagai umat Tuhan.

Janji Tuhan:
Dengan pertolongan Yesus, saya bisa menjadi tanah yang baik.

Komitmen:
Setia dalam belajar alkitab, mengaplikasikannya dan membagikan firman itu kepada orang lain.

Sdr. Batara Hariandja

Aplikasi:
Firman Tuhan menjadi efektif jika ada perubahan dalam diri (Berbuah) yang akan di contoh oleh orang - orang lain.

Komitmen:
Sebelum setan mencoba merusak, Firman Tuhan harus berbuah atau dipraktekkan di dalam kehidupan saya.

Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi:
Pagi ini Yesus meminta saya menyelidiki hati saya dan jenis respon saya terhadap tawaran kerajaanNya. Saya belum memiliki respon "tanah yang baik" yang berbuah 30, 60 dan 100 kali lipat.

Komitmen:
Saya meminta Allah mengubah :tanah" hati saya agar firman Allah bertumbuh berkali kali lipat. Saya ingin lebi mengenal Allah dan tetap kontak dengan Yesus agar saya berbuah dan menjadi berkat bagi orang lain.
Saya mau digunakan Tuhan untuk mencari jiwa yang haus akan kebenaran. Ini doa saya.

Ibu Sima

Aplikasi:
Saya ingin sekali menjadi benih yang ditabur di tanah yang baik, namun hal itu sulit sekali saya lakukan karena pada dasarnya godaaan itu banyak sekali. Saya adalah orang yang sangat lemah yang terkadang tidak mampu untuk menolak semua godaan yang datang pada saya.

Komitmen:
Saya akan berusaha melakukan yang terbaik dimata Tuhan sehingga saya dapat menghasilkan buah yang baik.

Perumpamaan tentang seorang penabur (Bag. 1) (Matius 13:1-15)

Ibu Tuti Ketaren

Aplikasi:
Saya seperti tanah yang berbatu, setiap benih yang tumbuh tidak berakar.

Janji Tuhan:
Dia menyuburkan benih.

Komitmen:
Saya harus meminta Tuhan merubah diri saya menjadi tanah yang subur, tidak mustahil bagi Tuhan, saya harus melatih mata dan telinga saya untuk bisa melihat kehendakNya dan mendengar suaranNya, saya mau benih yang jatuh ditanah saya berbuah lebat.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Banayk resiko yang terjadi bagi seorang penabur karena benih tidak selalu jatuh pada tempat yang tepat. Saya merasa sering menabur Firman ditempat yang tidak tepat.

Komitmen:
Berusaha menjadi penabur yang lebih baik yaitu menabur di tanah yang baik agar benih itu tumbuh dengan baik pula.

Ibu Sima

Aplikasi:
Saya seumpama benih yang jatuh di tanah yang berbatu, sebab saya selama ini hanya menjadi seorang pendengar, selalu mendengar firman Tuhan, bertumbuh sebentar tapi tidak saya hidupkan sehingga firman itupun berlalu begitu saja.

Komitmen:
Saya akan menghidupkan firman Tuhan melalui mata dan telinga saya sehingga dapat berbuah lebat. Kiranya Tuhan memberkati. Amin.

Ibu Irish Pasaribu

Aplikasi:
Benih yang jatuh ditanah yang baik akan tumbuh dan berbuah lebat. Saya rindu firman yang saya dengar tidak terlewatkan begitu saja tetapi akan saya cerna didalam kehidupan saya sehingga apabila badai kehidupan saya menerpa saya tidak tergoyahkan.