Selasa, 31 Juli 2012

Yesus dielu-elukan di Yerusalem (Matius 21:1-11)

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Apapun yang saya miliki harus siap digunakan Tuhan bilamana Tuhan memerlukannya.

Janji Tuhan:
Tuhan akan segera mengembalikannya.

Komitmen:
Apapun yang Tuhan perlukan yang ada pada saya, saya harus siap memberikannya. 
Ya Tuhan ajar saya untuk memiliki sikap yang benar didalam merespon permintaanMu. Amin


Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi:
Yesus menyuruh murid-muridNya untuk sesuatu yang tidak biasa atau tidak masuk nalar umum, tapi mereka menurut.

Janji Tuhan:
Yesus pasti punya rencana.

Komitmen:
Tuhan tolong saya untuk menurut kepadaMu, meskipun itu kadang bertentangan dengan nalar saya.


Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Yesus menunggang keledai bukan kuda atau unta. Menurut saya ini adalah bentuk kerendahan hati yang perlu saya tiru. Yesus juga tidak bangga ketika orang banyak bersorak memuji Dia.

Janji Tuhan:
Yesus anak Daud selalu mengasihi semua orang termasuk saya orang berdosa ini.

Komitmen:
Kerinduanku menjadi seperti Yesus.


Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Respon saya terhadap firman itu harusnya hanya "Ya" dan "Amin". Apapun dan kemanapun Tuhan perintahkan, ikuti saja, tidak usah ditimbang dengan pikiran manusia karena Tuhan yang telah menyediakan.

Janji Tuhan:
Tuhan telah menyediakan.

Komitmen:
Ketika saya tidak mengerti rencana Tuhan, saya akan tetap percaya segala yang Tuhan berikan adalah yang terbaik.

Senin, 30 Juli 2012

Yesus menyembuhkan dua orang buta (Matius 20:29-34)

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Bagaimana 2 orang buta ini begitu percaya kepada Yesus? Oleh karena mereka telah mendengar apa yang Yesus telah lakukan. Dan pada saat Yesus lewat inilah pengharapan mereka yang terakhir. Untuk itu walaupun ditegur mereka tetap memanggil Yesus dan semakin keras. Karena mereka berpikir jika Yesus lewat maka habislah pengharapan mereka untuk melihat. Yesuslah satu-satunya sumber pengharapan saya.

Janji Tuhan:
Yesus akan menjamah saya untuk memberi pengharapan itu.

Komitmen:
Tetap setia berseru kepada Yesus dan percaya kepadaNya.


Sdr. Halomoan Hutagalung

Aplikasi:
Saat inipun mata saya buta hanya bisa melihat kegelapan di dunia fana ini. Sayapun ingin Yesus menyembuhkan saya dari kebutaan ini agar saya dapat mengikuti ajaran dan perintahNya supaya kelak bisa bersama-sama Dia di dalam kerajaan surga. Amin.

Komitmen:
Tidak mau lagi dibutakan oleh kegelapan dunia fana ini. 


Ibu Tuti Ketaren

Aplikasi:
Orang buta itu benar-benar membutuhkan kesembuhan walau dilarang di terus berteriak.

Janji Tuhan:
Yesus mengasihi semua orang.

Komitmen:
Saya tidak akan berhenti berseru kepadaNya, karena saya benar-benar membutuhkan Yesus untuk menolong saya dalam menghadapi persoalan hidup.


Bpk. L. Sijabat

Aplikasi:
Dua orang yang rindu untuk melihat dan Yesus berbelas kasihan kepada mereka, orang banyak yang mengikuti Yesus melarangnya. 
Kadang saya seperti orang banyak itu menghalangi yang rindu pada Yesus melalui hidup saya (Berbisik-bisik dan tidak solem digereja).

Janji Tuhan:
Dalam Yesus ada kelepasan atau kesembuhan.

Komitmen:
Saya tidak mau menjadi penghalang bagi orang yang mau datang kepada Yesus.


Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Orang-orang buta itu tidak dapat melihat Yesus. Namun mereka terus berseru kepada Yesus dan Yesuspun mengasihi mereka. Meskipun saya tidak pernah melihat Yesus namun saya sudah sering ditolong oleh Yesus ketika saya berseru kepadaNya.

Janji Tuhan:
Yesus mengasihi orang yang berseru kepadaNya.

Komitmen:
Meskipun ada orang melemahkan iman saya namun saya akan terus berseru kepada Yesus.


Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Seberapakah saya dapat bertahan menghadapi pergumulan hidup untuk bisa terus berjalan menuju Yesus?
Orang buta itu mengajarkan saya, walaupun keadaan sekeliling menghadang iman saya, mengecewakan, bahkan menjauhkan saya untuk datang kepada Yesus, saya harus tetap teguh hati dan tidak gentar untuk terus melangkah menuju Yesus.

Janji Tuhan:
Yesus mengabulkan setiap doa.

Minggu, 29 Juli 2012

Pemberitahuan ketiga tentang penderitaan Yesus & Bukan memerintah melainkan melayani(Matius 20:17-28)

Bpk. L. Sijabat

Aplikasi:
Yang terbesar dan terutama di hadapan Allah adalah orang yang mau melayani dan berkorban untuk menyelamatkan orang lain.

Janji Tuhan:
Yesus memberi keselamatan.

Komitmen:
Saya akan memberikan waktu untuk melayani sesama.


Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Sering saya seperti permintaan ibunya anak-anak Zebedeus ini (Yakobus dan Yohanes) tidak tahu apa yang diminta. Baru saja menubuatkan kematianNya, ibu ini minta posisi untuk anak-anaknya.

Janji Tuhan:
Yesus bangkit hari ketiga jaminan kebangkitanku nanti.

Komitmen:
Meminta sesuatu sesuai kehendak Allah.


Bpk. Anthonius Darma

Definisi "yang terbesar" menurut dunia adalah Pejabat, mempunyai kuasa, dan dilayani. Tetapi menurut surga adalah hamba, melayani dan berkorban. Dimana posisi saya?

Janji Tuhan:
Allah telah menyediakan.

Komitmen:
Menjadi hamba yang setia. Amin.


Sdr. Halomoan Hutagalung

Aplikasi:
Yesus datang ke dunia untuk melayani bukan dilayani dan mengorbankan nyawaNya dari dosa. Karena barang siapa hendak menjadi besar dan ketermuka dia harus mau melayani terlebih dahulu.

Komitmen:
Saya mau belajar untuk meninggalkan segala kenikmatan duniawi dan belajar untuk melayani sesama manusia terlebih dalam pekerjaan Tuhan.


Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi;
Saya perlu meneladani keindahan tabiat kerendahan hati Yesus dan KasihNya. Penguasa alam semesta memilih secara sadar dikecilkan dan diolok-olok, bahkan mati bagi pengolokNya.

Komitmen:
Saya mau merenungkan kerendahan hati Yesus setiap saat. 
Tuhan tolong saya supaya selalu sadar dan ingat akan komitmen ini.


Kamis, 26 Juli 2012

Perumpamaan tentang orang-orang upahan di kebun anggur (Matius 20:1-16)

Bpk. L. Sijabat

Aplikasi:
Pekerja pertama itu merasa telah berbuat banyak dibanding pekerja terakhir pada tuannya.
Pelajaran buat saya supaya jangan menganggap lebih setia dari orang lain.

Komitmen:
Saya akan belajar lebih rendah hati dan menyadari bahwa saya hamba Allah.


Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Setiap saat Tuhan mencari orang - orang yang mau bekerja bagiNya. Adakah Tuhan memanggil saya? Lalu bagaimana respon saya?

Janji Tuhan:
Akan memberi upah.

Komitmen:
Ya Tuhan saya mau digunakan Engkau untuk bekerja bagiMu. Tolong beri hamba kekuatan dan kuasa dari surga untuk menjalankan misi yang Engkau percayakan kepada hamba. Amin.


Sdri. Moira Hasibuan

Aplikasi:
Hari ini saya diingatkan untuk selalu memberikan yang terbaik bagiNya tanpa ada persungutan dan rasa tinggi hati terhadap orang yang ada disekitar saya.

Janji Tuhan:
Upahmu besar di surga.

Komitmen:
Belajar untuk selalu rendah hati dan penuh keikhlasan dalam bekerja bagiNya.


Sdr. Halomoan Hutagalung

Aplikasi:
Sama halnya dengan bekerja di ladang Tuhan dengan kesepakatan upah yang telah saya buat dengan Tuhan saya tidak boleh bersungut-sungut dan membandingkan dengan pekerja yang lain. Tuhan maha adil dan mencukupkan kebutuhan saya.

Komitmen:
Saya mau tidak bersungut-sungut dalam pekerjaan Tuhan dan melakukan yang terbaik untuk kemuliaan namaNya.

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Hari ini saya diingatkan untuk tidak menghitung-hitung kerjaan saya. 
Lakukan yang terbaik yang saya bisa lakukan tanpa protes ini dan itu karena itu sudah menjadi kesepakatan saya dengan Tuhan.

Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi;
Saya bersyukur karena Allah pemilik kerajaan surga itu, adalah Allah yang murah hati. Ia memberi kesempatan kepada semua orang untuk memilikinya.

Komitmen:
Saya memutuskan untuk melihat orang lain dan kesempatannya, dengan cara pandang Allah yang pemurah ini.
Semoga Allah membantu saya memiliki sifat ini.


Sdri. Shifa

Aplikasi:
Dengan firman ini saya diajarkan untuk tidak hitung - hitungan dalam pekerjaan maupun penghasilan yang di dapat, apa yang telah diberi, seharusnya saya bisa terima dengan setulus hati, jangan malah bersungut-sungut melihat orang lain lebih, karena saya akan dicukupkan oleh Tuhan.

Komitmen:
Lebih banyak bersyukur dengan apa yang saya telah dapati dengan jerih payah saya

Rabu, 25 Juli 2012

Yesus memberkati anak-anak, Orang muda yang kaya & Upah mengikut Yesus (Matius 19:13-30)

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Menjual seluruh harta bukan semata hanya mau menjadi miskin, tetapi benar-benar mau menyangkal diri seutuhya untuk mengikut Yesus. Tidak boleh ada seorangpun yang disayangkan selain memilih Kristus.

janji Tuhan:
Kerajaan sorga

Komitmen:
Saya rindu unuk menyangkal diri dan ikut Yesus.

Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi:
Pelajaran bagi saya, jangan biarkan apapun menghalangi saya untuk mengikut Yesus dan memperoleh hidup yang kekal.

Komitmen:
Saya mau menilai hidup kekal dan menjadi murid Yesus adalah sesuatu yang paling berharga, layak untuk diperjuangkan dan prioritas no. 1. Tuhan tolong saya memilki sikap ini selamanya sampai Engkau datang.

Sdri. Shifa

Aplikasi:
Tetapi Yesus berkata; biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi merekat datang kepadaKu, sebab orang - orang seperti itulah yang empunya kerajaan sorga. Tiada yang tidak mungkin bagi Allah segala sesuatu mungkin. Upah mengikut Yesus adalah Kerajaan Sorga.

Komitmen:
Mau lebih mendekatkan hati dan pikiran kepada Yesus, lebih banyak bersyukur, sabar, tidak egois, menjadi lebih baik.

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Banyak orang membawa anak-anak datang kepada Yesus tetapi murid-muridNya justru menghlangi. Apakah saya sudah membawa anak-anak dan orang dewasa kepada Yesus? atau justru saya yang menjadi penghalang?

Janji Tuhan:
Tuhan akan memberkati setiap orang yang saya bawa kepadaNya dan saya juga.

Komitmen:
Satu jiwa untuk Yesus pada tahun ini (One soul for Jesus on this year). 
Semoga Tuhan menginjikannya. Amin.


Selasa, 24 Juli 2012

Perceraian (Matius 19:1-12)

Bpk. Anthonius Darma

Aplikasi:
Tuhan mempersatukan tetapi setan ingin perceraian. Bagaimana dengan saya? Ingin disatukan atau diceraikan?

Janji Tuhan:
Tuhan memberikan persatuan.

Komitmen:
Saya mau mengundang Yesus ditengah-tengah keluarga saya agar keluarga saya selalu disatukan. Amin.

Bpk. Batara Hariandja

Aplikasi:
Tuhan tidak pernah menginginkan dan mengijinkan perceraian, tetapi bangsa Israel yang keras kepala membuat mereka susah diajar oleh Musa, sehingga Musa terpaksa membiarkan mereka.

Komitmen:
Dengan kuasa Tuhan, biarlah tidak pernah terlintas dipikiran untuk bercerai.

Sdr. Halomoan Hutagalung

Aplikasi:
Manusia diciptakan laki-laki dan perempuan mereka akan dipersatukan Allah dalam sebuah perkawinan. Apakah yang sudah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia (Matius 19:6). 

Komitmen:
Saya akan belajar untuk setia terhadap pasangan saya dan menjauhi perbuatan-perbuatan zinah, terlebih saya akan lebih setia kepada Yesus.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Yang dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan manusia karena sudah menjadi satu padu bukan nempel atau berdampingan. Allah benci perceraian. Saya tidak punya hak menceraikan istriku apapun alasannya kecuali karena zinah (Ayat 9).

Komitmen:
Tidak ada kata cerai dalam hubungan suami istri.

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Karena "Ketegaran" hati mereka ketetapan semula bisa berubah. Keegoisan saya dalam mempertahankan ego saya, sering sedikit merevisi ketetapan yang ada untuk membenarkan saya. Sedangkan firman Tuhan adalah kekal dan tak berubah (Tidak bisa kompromi).

Komitmen:
Saya harus melakukan tepat seperti yang Tuhan perintahkan karena memang haruslah demikian.

Bpk. Bunawi Sulaiman

Aplikasi:
Yesus menegur orang Farisi yang memiliki praktek agama minimalis dan legalis. Menurut hukum Allah seminimal mungkin dan meninggikan kebenaran diri setinggi mungkin. Allah ingin saya mempraktekan agama kasih karunia, bersyukur karena rencana Allah mengaruniakan pernikahan bukan berdebat tentang perceraian.

Komitmen:
Saya ingin mempraktekan agama kasih karunia, mengandalkan kebaikan Allah dan bebas dari hasrat menonjolkan kebenaran diri dalam penurutan kepada hak Allah.

Sdri. Shifa

Aplikasi:
Yesus mengajarkan kepada saya apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia, kecuali karena perzinahan.

Komitmen:
Saya mau lebih bisa memahami firman Tuhan yaitu maksud dan tujuannya, agar saya tidak salah langkah.



Senin, 23 Juli 2012

Perumpamaan tentang pengampunan (Matius 18:21-35)

Sdr. Halomoan Hutagalung

Aplikasi:
Saat saya menangis datang bertelut dan memohon ampun kepada Yesus atas segala dosa dan pelanggaran saya, Yesus selalu memberi maaf. Setelah dosa dihapuskan apa yang saya perbuat? Sering saya tidak mengampuni kesalahan orang lain.

Komitmen:
Saya akan lebih sering bertelut dan berdoa kepada Yesus agar diampuni atas dosa-dosa saya, saya mau belajar untuk memaafkan orang yang berbuat salah kepada saya.

Pdt. H. Sibuea

Aplikasi:
Mengampuni adalah sifat Allah. Tidak ada alasan bagi saya untuk tidak mengampuni orang yang minta ampun kepada saya. Jika orang tidak minta ampun bukan berarti saya harus benci dia, karena musuhpun harus dikasihi.

Komitmen:
Mengampuni dan melupakan semua kesalahan orang kepada saya.
Minta ampun jika salah kepada orang lain.

Sdri. Arini Pasaribu

Aplikasi:
Baru baca perikopnya, saya malu untuk membacanya. Tapi inilah firman Tuhan, pedang bermata dua yang memang harus dilaksanakan tanpa kompromi. Sulit bagi saya untuk membenci dan apabila sudah ada rasa benci, sangat sulit untuk memaafkan.

Janji Tuhan:
Yesus telah bayar hutang dosaku.

Komitmen:
Saya harus melawan ego saya. Saya harus minta Tuhan untuk memampukan saya memberi maaf.

Bpk. Batara Hariandja

Aplikasi:
Saya adalah hamba yang tidak berharga kalau saya tidak mau mengampuni.

Janji Tuhan:
Dengan kuasa dari Tuhan saya pasti sanggup untuk mengampuni dari hati.

Sdri. Shifa

Aplikasi:
Tuhan mengajarkan saya memaafkan setiap kesalahan orang dengan setulus hati tanpa mengharapkan imbalan dan dendam, karena Bapa di sorga akan berbuat demikian, apabila tidak mengampuni dengan segenap hati.

Komitmen:
Saya mau belajar memaafkan setiap orang yang sudah berbuat jahat, walaupun sangat menyakitkan, tetapi dengan segenap hati saya, saya pasti bisa dengan banyak berdoa dan membaca firmanNya